Review Film Fast X (2023)

Fast X

Salah satu waralaba film terbesar, yaitu Fast & Furious, tetap konsisten berkembang dan kini udah sampai di film kesepuluhnya! Yap, Universal Pictures selanjutnya merilis Fast & Furious 10 atau yang miliki judul resmi Fast X. Film ini rencananya bakal menjadi awal untuk akhir dari kisahnya Dominic Toretto dan keluarganya yang bakal dibagi dalam sebagian film.

Kali ini, Fast X digarap oleh Louis Leterrier, sosok yang termasuk pernah menyutradarai Now You See Me (2013), Clash of the Titans (2010), dan The Incredible Hulk (2008). Film ini dibintangi deretan aktor ternama Hollywood, di antaranya Vin Diesel, Michelle Rodriguez, Jason Momoa, John Cena, Tyrese Gibson, Ludacris, dan aktor lainnya baik yang lama di Fast & Furious maupun yang baru.

Jalan cerita Fast X dibikin miliki koneksi dengan Fast Five (2011). Kamu yang menonton Fast Five pastinya mengerti bahwa Dom dan keluarganya hadapi Hernan Reyes. Nah, anaknya Hernan, yakni Dante Reyes, mampir ke Fast X untuk melaksanakan balas dendam atas kematian ayahnya serta Dom yang termasuk menyita seluruh harta keluarganya yang dulu kerap bermain di slot server kamboja vvip.

Review film Fast X

Ketika nilai kekeluargaan Dom makin lama mengalami pengujian berat

Kekeluargaan Dom sesungguhnya selalu diuji sejak awal Fast & Furious. Namun, Fast X bisa dibilang sebagai ujian terberat bagi Dom dan keluarganya di selama kisah hidupnya di Fast & Furious. Kamu yang ikuti kisahnya Dom sudah pasti mengerti bahwa bagian keluarganya konsisten bertambah. Jumlah bagian keluarganya Dom yang makin lama banyak inilah yang selanjutnya menyusahkan Dom di Fast X.

Dante mengerti bahwa Dom amat tekankan keluarganya dan perihal tersebut diamati sebagai titik lemahnya Dom. Alhasil, Dante membalaskan dendamnya dengan langkah memecah belah keluarganya Dom untuk menguji apakah Dom mampu menyelamatkan seluruh orang yang dia cintai. Seperti sebagian film Fast & Furious sebelumnya, Dom kembali mengaktifkan jiwa superspy atau mata-mata supernya untuk mampu menyelamatkan keluarganya yang dipecah ke berbagai negara berbeda.

Sebelum film ini dirilis, sutradara Leterrier pernah berjanji bahwa elemen balapan jalanan bakal kembali ke Fast X. Memang benar tersedia satu peristiwa yang menunjukkan Dom adu balapan dengan Dante di jalanan Rio de Janeiro. Namun sesudah melihat total film ini, saya enggak sepakat dengan pernyataannya Leterrier karena peristiwa balapan jalanan Dom dan Dante mampu dibilang cuma secuil dan tidak miliki efek besar untuk membuat Fast X terasa seperti kembali ke akarnya.

Nyatanya, Fast X tetap mempertahankan elemen aksi di luar nalar yang selama ini dikeluhkan para pecinta film Fast & Furious terdahulu. Kamu bakal selalu mendapatkan banyak peristiwa kebetulan yang tidak masuk akal selama menyaksikan film ini. Sisi positifnya, peristiwa gila seperti pergi ke luar angkasa cuma dengan mobil, yang ditampilkan pada F9 (2021), untungnya tidak ditemukan kembali di Fast X.

Sadar bahwa Fast X memiliki interaksi cerita dengan Fast Five, sutradara Leterrier terlihat mengerti meminjam sebagian elemen dari Fast Five untuk dibuat kembali di filmnya. Selain adegan flashback, peristiwa saat Dom dan Dante berhadapan sebelum akan adu balapan mengingatkan saya kepada peristiwa Dom berhadapan dengan Luke Hobbs. Momen saat Aimes bekerja sama dengan Dom termasuk memicu saya teringat dengan peristiwa Dom dan Hobbs pertama kali bekerja sama di Fast Five.

Penampilan Jason Momoa amat gila dan menakutkan

Kamu yang sempat mencurigakan kebolehan Jason Momoa dalam memerankan cii-ciri villain bakal amat dibungkam sesudah melihat tampilan sang aktor di Fast X. Di antara seluruh aktor yang tampil di film ini, Momoa menjadi yang paling mencuri perhatian. Momoa mampu memicu Dante menjadi villain yang amat gila dan mengerikan tanpa wajib terlihat menakutkan secara dandanan.

Dengan dandanan yang flamboyan dan perlente, kamu enggak bakal menyangka Dante adalah villain “sakit” yang level gilanya hampir setara dengan Joker. Selama menjalankan penyiksaannya, Dante melakukannya bahkan sambil cengengesan. Selama menonton Fast X, kamu seakan dibuat pesimis dengan nasibnya Dom dalam jauhi kegilaannya Dante. Saya mampu bilang bahwa pemilihan Momoa sebagai Dante adalah ketentuan yang tepat.

Seakan mengukuhkan tema keluarga di Fast & Furious, hampir seluruh cii-ciri baru yang terlihat di Fast X ternyata miliki interaksi keluarga dengan cii-ciri lama Fast & Furious. Kerennya dari Fast & Furious adalah waralaba ini mampu menyatukan banyak aktor Hollywood ternama biarpun filmnya dianggap makin lama tidak masuk akal. Buktinya, Fast X amat bertabur bintang!

Adegan aksi melimpah yang mampu memacu adrenalin

Di luar jalan ceritanya yang tetap banyak menampilkan peristiwa tidak masuk akal, perihal lainnya yang patut diapresiasi dari Fast X adalah adegan aksi nonstopnya yang sudah pasti memicu para pecinta film aksi bakal amat puas. Selain aksi kejar-kejaran, film ini menampilkan lebih banyak ledakan dan pertarungan tangan kosong. Enggak diragukan kembali bahwa Fast X adalah paket aksi yang lengkap.

Aksi lengkap yang disajikan Fast X juga dapat dukungan dengan kualitas CGI yang terlihat mulus. Walau adegan aksinya terlihat amat gila, sutradara Leterrier tidak cuma mengandalkan CGI dalam menampilkan aksinya. Sang sutradara mengaku bahwa dia termasuk menggunakan banyak practical stunt. Enggak heran sebagian aksi gila di Fast X terasa lumayan nyata.

Dari segi scoring, efek audio yang digunakan termasuk terasa tepat dengan peristiwa di hampir selama film. Kamu termasuk mampu mendengar lantunan sebagian lagu hiphop serta musik Latin yang makin lama memeriahkan filmnya. Sayangnya, film ini tampaknya tidak melahirkan soundtrack ikonis seperti “See You Again” atau “Tokyo Drift”.

Fast X menjadi bukti bahwa waralaba Fast & Furious tampaknya sukar untuk kembali ke elemen akar mereka, yakni balapan jalanan. Film ini sesungguhnya menampilkan peristiwa adu balapan antara Dom dan Dante. Namun secara keseluruhan, Dom selalu kembali beraksi seperti “superhero” dalam merawat keutuhan keluarganya dari ancamannya Dante. Bicara soal Dante, Jason Momoa mampu dibilang sebagai MVP di film ini dengan akting gilanya!

Continue Reading

Jokowi Kaget Rasio Penduduk Indonesia Berpendidikan S2-S3 Sangat Rendah

Jokowi Kaget Rasio Penduduk Indonesia Berpendidikan S2-S3 Sangat Rendah

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku kaget paham rasio masyarakat Indonesia yang berpendidikan strata 2 (S2) dan strata 3 (S3) masih sangat rendah.

Dia menyebutkan rasio masyarakat Indonesia berpendidikan tinggi pada populasi produktif lebih rendah dibandingkan negara di ASEAN.

Rasio masyarakat berpendidikan S2 dan S3 pada populasi produktif sbobet itu terhitung masih sangat rendah sekali kami ini. Saya kaget terhitung tempo hari mampu angka ini, saya kaget,” kata Jokowi di dalam Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin (15/1/2024).

Menurut dia, Indonesia berada di angka 0,45 persen, tetapi Vietnam dan Malaysia 2,43 persen. Bahkan, rasio masyarakat berpendidikan tinggi pada populasi produktif Indonesia sangat jauh dibandingkan negara-negara maju yang berada di angka 9,8 persen.

“Indonesia itu di angka 0,45 persen. 0,45 persen. Negara tetangga kita, Vietnam Malaysia telah di angka 2,43 persen. Negara maju 9,8 persen. Jauh sekali,” ujarnya.

Jokowi menyebutkan dirinya akan menyita kebijakan untuk menambah rasio masyarakat berpendidikan tinggi pada populasi produktif. Dia meyakinkan akan melacak anggaran untuk pendidikan.

“Enggak paham anggarannya akan didapat darimana tetapi akan kami carikan agar S2, S3 pada populasi umur produktif itu benar-benar mampu naik secara drastis, kejauhan sekali 0,45 mirip 2,43,” tutur Jokowi.

“Angkanya sebenarnya keliatannya, tetapi kalo dikalikan ini telah berapa kali. 5 kali lebih rendah kami bersama negara-negars yang tadi saya sampaikan, bukan negara maju, dibandingin bersama negara maju,” sambungnya.

Pentingnya Meningkatkan SDM
Jokowi menekankan pentingnya sumber energi manusia (SDM) memiliki kwalitas untuk memajukan Indonesia.

Untuk itu, Jokowi dia mengusahakan pembiayaan pendidikan dan riset seoptimal mungkin.

“Bukan hanya dari APBN dan APBD, tetapi terhitung penggunaan dana abadi yang kami miliki, terhitung bisa saja menghubungkan bersama industri lewat matching fund. Ini terhitung penting,” paham Jokowi.

Jokowi Minta Mendikbud Tambah Anggaran Riset: Presiden Baru Pasti Lanjutkan
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghendaki Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan anggaran untuk riset, khususnya di perguruan tinggi pada tahun 2024 ini. Kendati ada Pilpres, Jokowi meyakini menambahkan anggaran riset akan dilanjutkan siapa saja presiden yang terpilih.

“Pak Nadiem anggarannya (untuk riset) diperbesar. Enggak apa-apa dimulai tahun ini, nanti kan telah ganti presiden. Tapi dimulai itu yang gede, jadi presiden yang akan mampir pasti mau tidak mau melanjutkan. Entah itu 01 (Anies Baswedan), entah itu 02 (Prabowo Subianto), entah 03 (Ganjar Pranowo),” paham Jokowi di dalam Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin (15/1/2024).

Dia menghendaki Mendikbud Nadiem langsung mengalokasikan menambahkan anggaran untuk riset. Jokowi menilai presiden yang terpilih tidak akan berani memotong anggaran yang telah dialokasikan untuk riset.

 

Continue Reading

Daftar Film Barat Kerajaan, Ada The King dan The Queen

The King (2019)

Film bertema kerajaan selamanya punya daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. Selain menceritakan segi glamor kehidupan para penghuni istana, konflik seputar kerajaan pun tak kalah menarik untuk diikuti. Film berlatar kerajaan yang bagus tak cuma berasal dari Asia saja. Ternyata, perfilman barat terhitung banyak yang mengangkat tema mengenai. Ada sejumlah rekomendasi film barat kerajaan yang seru untuk ditonton. Selain mendapat hiburan dari menonton, film kerajaan terhitung dapat meningkatkan gambaran dan juga wawasan tentang cerita kerajaan di era lalu.

1. The Princess (2022)

Film barat kerajaan bergenre drama aksi ini mengisahkan mengenai usaha pernikahan paksa antara seorang putri raja bersama Lord Julius yang dikenal arogan dan sadis. Sang putri (Joey King) biarpun terlihat anggun, tapi dikenal tangguh dan punya kemampuan servethiswiththat.com bela diri. Lantaran sang putri bersikeras menampik menikahi Julius, ia diculik dan dikunci di menara terpencil.

Situasi kerajaan tambah kacau usai Julius laksanakan pemberontakan. Tahu bahwa semua bagian keluarganya sudah ditangkap, sang putri mengupayakan melawan Julius demi menyelamatkan kerajaannya.

2. The King (2019)

The King berlatar cerita mengenai kerajaan Inggris di era pemerintahan King Henry V. Saat itu, sang raja dikisahkan meninggal dan putranya Hal V (Timothee Chalamet) naik takhta. Di segi lain, Hal V ingin nikmati era remajanya, tapi ia mendapat tugas wajib untuk menuntaskan segala macam masalah di kerajaan.

3. Mary, Queen of Scots (2018)

Mary, Queen of Scots mengisahkan Ratu Skotlandia Mary Stuart (Saoirse Ronan). Pada tahun 1562, suaminya Francis II meninggal supaya Mary memastikan kembali ke Inggris. Di Inggris, Elizabeth (Margot Robbie) tengah memimpin kerajaan. Akan tapi dirinya mulai gelisah dikarenakan risau kedudukan dan asetnya direbut kembali oleh Mary.

4. The Favourite (2018)

Film barat kerajaan The Favourite mengawali kisah dari seorang pelayan ratu bernama Sarah Churchill (Rachel Weisz). Ia adalah asisten kepercayaan Ratu Anne (Olivia Colman). Satu hari, suasana Ratu Anne mulai sering sakit supaya tugasnya diwakilkan Sarah. Niat Sarah pun mulai berubah, saat ini ia bermain licik untuk menguasai harta sang ratu.

5. A Royal Night Out (2015)

A Royal Night Out menampilkan cerita kerajaan bersama unsur komedi. Kali ini, Putri Elizabeth (Sarah Gordon) diizinkan ayahnya pergi ke VE DAY yakni Hari Kemenangan Eropa. Elizabeth pergi bersama Putri Margaret (Bel Powley). Namun sayang, pengawal mereka justru melakukan tindakan konyol apalagi tidak becus di dalam menjaga sang putri selama di luar istana.

6. 300: Rise of an Empire (2014)

Di film 300: Rise of an Empire, Raja Persia yakni Darius (Igal Naor) sedang laksanakan invasi ke wilayah Yunani. Tapi, sang raja terserang grup Themistokles (Sullivan Stapleton). Saat itu terhitung anaknya bernama Xerxes (Rodrigo Santoro) melihat langsung sang ayah tewas. Sayangnya, ia tak dapat melawan tapi bermaksud membalaskan dendam terhadap Themistokles.

7. Centurion (2010)

Centurion merupakan film barat kerajaan yang mengisahkan zaman Kekaisaran Romawi. Di era itu, pasukan Romawi banyak menguasai wilayah, tapi tersedia satu wilayah yang belum berhasil didapat. Diketahui bahwa wilayah itu dihuni Suku Picts, pimpinan Raja Gorlacon (Ulrich Thomsen). Ada banyak cara dan usaha yang dilakukan Gorlacon supaya wilayahnya tidak diusik oleh Romawi.

8. The King’s Speech (2010)

Fokus cerita film The King’s Speech mengenai Raja George VI atau Pangeran Albert. Ia adalah ayah dari mendiang Ratu Elizabeth II dari kerajaan Inggris. Sosoknya dikenal punya gangguan berkata atau gagap. Meski begitu, ia laksanakan serangkaian terapi demi membantu tugasnya sebagai raja di Inggris Raya.

9. Marie Antoinette (2006)

Marie Antoinette (Kirsten Dunst) adalah Ratu Prancis sekaligus istri dari Raja Louis XVI (Jason Schwartzman) yang menetap di Istana Versailles. Ia dikenal punya tipe hidup glamor. Sayangnya, kehidupan sang ratu berbanding terbalik bersama suasana rakyat yang hidup miskin. Alih-alih menyejahterakan rakyat, dirinya justru bergaya seakan tidak peduli.

10. The Queen (2006)

Film barat kerajaan berjudul The Queen, punya rangkaian cerita yang disita setelah peristiwa kematian Putri Diana. Fokus filmnya menceritakan lebih dari satu sudut pandang dari keluarga kerajaan Inggris, di dalam menanggapi kejadian yang merenggut nyawa Putri Diana.

11. Troy (2004)

Film Troy mengambil latar saat terhadap 1250 sebelum saat Masehi. Saat itu, Yunani mulai berperang bersama Bangsa Troy. Sebelumnya, di antara dua kubu yang bakal berperang sudah mempunyai kesepakatan untuk berdamai. Akan tapi hal itu gagal, dikarenakan terjadi pesta perdamaian di luar perjanjian.

12. Gladiator (2000)

Film barat kerajaan ini berlatar cerita di era Kekaisaran Romawi. Saat itu tersedia seorang jenderal tempur bernama Maximus (Russell Crowe) yang paling diandalkan oleh sang raja. Raja yang terpesona terhadap kehebatan Maximus, memintanya jadi pewaris takhta. Hal selanjutnya membuat, anak raja yakni Commodus (Joaquin Phoenix) cemburu dan bermaksud membunuh sang ayah.

Continue Reading

Review Film: Siksa Neraka

siksa neraka

Saya tidak menyadari bagaimana mengawali review Siksa Neraka ini. Yang jelas, aku menjadi menyaksikan film ini sebetulnya bagai disiksa oleh bermacam aspek yang memicu aku menanyakan apa yang sebetulnya aku tonton sepanjang 98 menit yang saya tonton sambil bermain di rtp live slot.

Anggap saja, gerutu aku setelah terlihat bioskop menyaksikan Siksa Neraka ini sebagai konsekuensi ekspektasi yang kelewat tinggi sebagai pembaca versi komiknya sejak kecil.

Lebih dari 20 th. lalu, aku didalam versi bocil selesai membaca komik Siksa Neraka dengan bergidik. Lima th. lantas disaat aku melakukan liputan khusus soal komik siksa neraka pun, aku masih memikirkan betapa serunya andaikata komik legendaris ini jadi drama live action di layar lebar.

Jujur saja, aku telah turunkan ekspektasi disaat proyek film Siksa Neraka diumumkan, bahkan selagi trailer dirilis. Namun marilah mencoba menganggap positif terhadap “film karya anak bangsa” hingga selanjutnya menyaksikan sendiri di layar lebar.

Kacau; ngalor-ngidul; rangkaian cerita yang tak logis; tidak cukup riset; emosi tak tersampaikan ke penonton; hanya modal adegan sadis; dan tak peka terhadap persoalan sosial selagi ini. Sungut-sungut itulah yang terlihat usai aku menyaksikan film Siksa Neraka.

Mari kami bahas perlahan. Saya sebetulnya masih beri tambahan toleransi yang terlampau luas andaikata Lele Laila sebagai penulis dambakan mengembangkan cerita Siksa Neraka dari versi komik yang ditulis MB Rahimsyah ini.

Pengembangan kisah yang ditunaikan Lele Laila dengan segala imajinasinya yang bagai sinetron azab ini masih bisa aku menerima secara konsep, karena sebetulnya didalam versi komik ceritanya begitu sederhana.

Dalam versi komik, Rahimsyah terhadap dekade ’80-an hanya mengisahkan lagi selagi Nabi Muhammad SAW ditunjukkan surga dan neraka dalam moment Isra Mikraj. Rahimsyah pun hanya menarasikan melalui caption yang diperkuat dengan gambar-gambar mengerikan khas komik torture porn.

Tentu saja, kisah yang dinarasikan disangkutpautkan dengan nilai-nilai agama Islam dan bermacam jenis dosa yang biasa ditemukan didalam masyarakat, seperti mencuri, judi, tukang fitnah, korupsi, pezinah, hingga penyuka sesama jenis.

Sehingga disaat Lele mengangkatnya didalam wujud naskah film, pasti pembabakan cerita sebab-akibat terlampau diperlukan. Saya tidak mempermasalahkan rancangan dasar cerita yang ditulis. Hanya saja, aku menjadi eksekusinya kacau.

Kekacauan itu terlihat dari alurnya narasinya yang ikut menyatakan Lele, dan juga Anggy Umbara selaku sutradara, tidak cukup riset didalam melogiskan kisah di luar jangkauan pengalaman manusia fana ini.

Saya sendiri bingung bagaimana ceritanya manusia yang belum dikubur tapi jiwanya telah berada di neraka, dan memicu aku mempertanyakan apakah aku membebaskan rancangan tahapan hidup manusia setelah mati yang dulu aku pelajari semasa sekolah?

Baiklah, tak usah yang loncat sejauh itu. Bagaimana ceritanya ada orang pilih berbasah-basahan menyusuri sungai padahal ada jembatan dan setelahnya pun ada kepentingan manggung di sebuah pusat perbelanjaan?

Dalam dunia nyata, rasanya tak dapat ada yang berkenan pilih baju sebadan basah padahal masih ada kepentingan setelahnya. Sepatu basah saja telah buat kesal, apalagi ini baju sebadan kuyub semua.

Dari sini, aku menjadi penulis tidak cukup riset. Atau, bisa saja ia terpaksa sesuaikan dengan bujet memproses yang lebih dari satu besar telah habis untuk penggunaan CGI demi menampilkan gambaran neraka.

Melihat Siksa Neraka bagai disiksa menyaksikan film 98 menit yang tak menyadari juntrungannya.

Jujur saja, kabar bujet memproses Rp5 miliar untuk film ini sebetulnya tak terbilang ‘raksasa’ terhadap skala industri film Indonesia selagi ini.

Bila sebetulnya benar Siksa Neraka berbujet demikian, sebetulnya memproses masih bisa disiasati dengan menyederhanakan cerita dan memicu film ini fokus terhadap cerita anggota neraka alih-alih bertele-tele di anggota dunia

Saya menjadi kisah anggota dunia yang memakan selagi lebih dari separuh durasi masih bisa banyak dipotong. Toh selain bukan jualan utama, ceritanya terhitung tidak menyentuh, dan penampilan para pemain sama sekali tidak menunjang kualitas ceritanya.

Bahkan menurut saya, harusnya Anggy Umbara bisa memaksimalkan teror kengerian di neraka di luar modal adegan gore dan kesadisan semata. Nilai emosi dan horor dengan mengikutsertakan permainan psikologis bisa disertakan untuk babak ini.

Namun agaknya Anggy lebih sibuk menyatakan bagaimana mata dicolok, lidah dipotong, dan tubuh disetrika, yang mana menurut saya tidak memiliki dampak psikologis signifikan.

Padahal, Anggy bisa belajar dari bagaimana Saw dan film gore lain memicu penontonnya begidik, gelisah, hingga ketakutan dengan adegan di layar.

Hal ini membuat prostetik dan CGI yang telah ‘mati-matian’ dibangun seolah jadi gimik semata. Jadinya, pertunjukan babak neraka didalam film ini cuma sekadar menyeramkan tanpa ada esensi perlu di baliknya.

Selain itu, aku kecewa disaat Anggy Umbara dan Lele Laila pilih menayangkan adegan hukuman time-loop untuk kasus bunuh diri. Terlepas dari persoalan kebebasan berekspresi dan kreativitas, ada hal-hal yang sebetulnya tidak wajib ditunjukkan secara gamblang.

Jangan salah, aku tidak memihak terhadap sensor. Saya pun menampik keberadaan sensor film seperti dulu kala.

Namun mengingat instansi sensor selagi ini hanya sekadar mengelompokkan film berdasarkan usia penonton, selagi bioskop tak bisa diandalkan didalam memilah pemirsa cocok aturan, maka ada banyak anak di bawah usia yang bisa menyaksikan adegan ‘berbahaya’ itu.

Hal itu diperparah dengan fakta masyarakat Indonesia banyak yang tak peduli dapat ketentuan klasifikan film berikut dengan mengajak anak di bawah usia menyaksikan film 17+ ini.

Padahal serangkaian adegan di film ini bisa memicu trauma, terlebih adegan bunuh diri yang bisa saja diikuti anak-anak di jaman depan. Hal peka ini yang dirasa tak dimiliki kreator dalam menggarap Siksa Neraka.

Saya pun menyayangkan pihak studio dan produser yang tidak memiliki kepekaan sosial dapat dampak samping penayangan adegan tersebut.

Studio harusnya memiliki kepekaan lebih dan bukan hanya berpikir soal cuan, bahkan film horor berbujet Rp5 miliar di Indonesia bisa dengan mudah balik modal hanya dari seperempat juta tiket terjual

Bagi aku –seiring perfilman Indonesia yang telah tua untuk ukuran manusia– telah waktunya tiap-tiap pihak didalam dunia perfilman mengedepankan kualitas sinema dan juga dampaknya, dan bukan hanya sekadar melacak cuan dari eksekusi terhitung cerita receh.

Bila tidak, maka cita-cita perfilman Indonesia yang maju dan bermartabat sebetulnya hanya halusinasi semata.

Continue Reading

Rekomendasi Film Lucu Bikin Ngakak, Menghibur Banget

Film lucu membuat ngakak merupakan anggota dari genre komedi. Film yang menampilkan cerita-cerita lucu ini sesungguhnya banyak menarik minat dikarenakan bisa bikin penontonnya terhibur.

Deretan film genre komedi berikut diproduksi dari beraneka belahan negara. Mulai dari Asia sampai barat.

Untuk Anda yang inginkan menyaksikan film lucu dengan tema permainan game dari joker388 hingga ngakak dan tertawa lepas, berikut rekomendasinya dirangkum dari beraneka sumber.

1. Gara-Gara Warisan (2022)

Film Gara-Gara Warisan anjuran sutradara Muhadkly Acho, mengisahkan Adam (Oka Antara), Laras (Indah Permatasari), dan Dicky (Ge Pamungkas), yang memperebutkan warisan sang ayah.

Ayah mereka yakni Dahlan (Yayu Unru) memiliki sebuah guest house. Ia berpesan sehingga anak-anaknya mau mengelola guest house berikut sehingga nantinya mendapat bagian.

Dikarenakan kondisi Dahlan telah sering sakit, ia menghendaki para staf guest house untuk mengimbuhkan penilaian pada langkah kerja ketiga anaknya.

2. What Happened to Mr. Cha? (2021)

What Happened to Mr Cha? adalah film komedi Korea yang mengisahkan berkenaan kehidupan pesohor senior Cha In Pyo yang belum beroleh tawaran membintangi film.

Padahal kala masih muda, ia cukup terkenal. In Pyo dikenal dengan ciri khas gerakan menggoyangkan jari telunjuknya. Ciri khasnya itu masih terekam di benak para fans mayoritas dari kalangan ibu-ibu.

Di masa sekarang, ia berusaha untuk mengembalikan popularitasnya.

3. Mangga Muda (2020)

Mangga Muda adalah film komedi besutan sutradara Girry Pratama. Ceritanya berkenaan pasangan suami istri yakni Agil (Tora Sudiro) dan Luli (Alexandra Gottardo) yang belum memiliki momongan.

Satu hari, Agil bernazar terkecuali istrinya hamil maka ia dapat menuruti semua permintaannya. Tak disangka keinginannya itu amat terkabul.

Luli pun merasa merasakan ngidam yang bermacam-macam, sampai sebabkan Agil pusing. Seperti inginkan makan buah manga muda, sampai membeli mobil yang tersedia di brosur.

4. The Con-Heartist (2020)

Film lucu sesudah itu adalah The Con-Heartist yang dibintangi oleh Baifern Pimchanok sebagai Ina dan Nadech Kugimiya sebagai Tower.

Kisahnya berkenaan Ina yang jadi korban penipuan mantan pacar dan inginkan membalas dendam. Akhirnya Ina bekerja serupa dengan Tower yang di awalnya inginkan menipunya juga.

Mereka menyusun konsep sehingga bisa mendapat uang dari mantan pacar Ina. Aksi balas dendam mereka pun dibalut dengan adegan kocak yang sudah pasti dapat sebabkan Anda terbahak.

5. Extreme Job (2019)

Film komedi kriminal Korea Selatan Extreme Job, disutradarai oleh Lee Byeong Heon. Kisahnya ikuti lima orang detektif yang menyamar jadi pegawai restoran.

Kelima orang itu tersedia Kepala Pasukan Detektif Go, Detektif Jang, Detektif Ma, Detektif Young Ho, dan Detektif Jae Hoon. Misi mereka yakni menangkap komplotan narkoba kelas kakap.

Meski pada awalnya misi mereka berjalan mulus, tersedia satu masalah merasa muncul, yakni restoran daerah mereka bekerja terancam bangkrut, dan misi berikut berisiko gagal.

6. May Who? (2015)

May Who? adalah film lucu genre komedi asal Thailand yang disrutradarai oleh Chayanop Boonprakob. Kisahnya berkenaan kehidupan anak-anak remaja di sekolah.

Mengawali cerita dari Pong (Thiti Mahayotaruk) yang gemar mengumpulkan buku sketsa komik. Namun sayang, buku itu justru jatuh ke tangan May Nhai (Sutatta Udomsilp).

Satu hari kala Pong inginkan merebut buku sketsa dari May, ia terperanjat dikarenakan tangan May ternyata menghantarkan listrik dan jadi sosok berkekuatan super.

7. The Hangover (2009)

Film The Hangover disutradarai oleh Todd Phillips. Berkisah berkenaan empat orang pria yang sedang menggunakan pesta satu malam di sebuah suit hotel Kawasan Las Vegas, Amerika Serikat.

Awalnya mereka menyewa hotel untuk bersenang-senang dikarenakan tidak benar satu di antara empat pria itu dapat menikah. Setelah pesta pora berakhir, esok harinya kondisi suit hotel jadi kacau.

Suasana suit kelihatan berantakan, bahkan tersedia seekor ayam dan harimau masuk ke dalam. Belum kembali tersedia seorang bayi tertinggal di kamar dan calon pengantin wanita terhitung hilang.

Continue Reading

Latar Belakang Petinju Dunia Mike Tyson

57 Tahun Mike Tyson, Petinju Jalanan yang Menjadi Legenda Tinju Dunia

Petinju dunia

Siapa yang tak pernah mendengar namanya? Mike Tyson adalah salah satu petinju paling ikonik dan kontroversial dalam sejarah olahraga.Lahir pada 30 Juni 1966 di Brooklyn, New York, Tyson miliki kisah hidup yang penuh liku dan prestasi gemilang di atas ring. Dalam biografi yang ditampilkan di web Biography.com, Mike Tyson diekspresikan sebagai petinju jalanan yang menjadi legenda dalam dunia tinju profesional.

Tyson tidak mengawali kariernya bersama dengan mulus, banyak lika-liku yang kudu ia menghadapi sebelum akan menjadi bintang terkenal. Mike Tyson merupakan anak berasal dari keluarga yang tidak cukup mampu dan ia kudu berjuang secara finansial untuk menghidupi keluarganya.
Ketika tetap kecil terhitung ia sering menjadi sasaran bullying. Namun sejak dirundung itulah dia terasa mengembangkan model bertarung jalanannya sendiri, yang pada akhirnya beralih ke kesibukan kriminal.Gengnya yang dikenal sebagai Jolly Stompers, menugaskannya untuk membersihkan mesin kasir selagi anggota yang lebih tua menghindar korban di bawah todongan senjata. Dia baru berusia 11 th. selagi itu.

Dia sering mendapat kasus bersama dengan polisi karena kesibukan kriminal kecilnya, dan pada umur 13 tahun, dia sudah ditangkap lebih berasal dari 30 kali. Perilaku tidak baik Tyson membawanya ke Tryon School for Boys, sebuah sekolah reformasi di anggota utara New York.Di sekolah itu, ia bertemu bersama dengan konselor Bob Stewart, yang pernah menjadi juara tinju amatir. Tyson ingin Stewart mengajarinya cara memanfaatkan tinjunya.

Setelah Stewart mengajari Tyson seluruh yang ia ketahui, ia memperkenalkan Tyson kepada manajer tinju legendaris Constantine “Cus” D’Amato, yang miliki gym di Catskill.D’Amato lalu memastikan jadwal latihan yang ketat untuk atlet muda tersebut, mengirimnya ke Sekolah Menengah Catskill pada siang hari dan berlatih di atas ring tiap tiap malam.
Setelah mengikuti uji coba olimpiade pada 1984, setahun selanjutnya yakni pada 6 Maret 1985, Tyson melaksanakan debut profesionalnya di Albany, New York. Ketika itu ia sukses mengalahkan Hector Mercedes.

Pada umur 20 th. 4 bulan, Tyson menjadi juara kelas berat termuda sepanjang sejarah bersama dengan meraih gelar berasal dari World Boxing Council. Dia terhitung sukses menjaga gelar selanjutnya dan beri tambahan kejuaraan Asosiasi Tinju Dunia dan gelar Federasi Tinju Internasional ke daftar kemenangannya.

Tyson terkenal bersama dengan kemampuannya Slot 777 dalam menghentikan lawannya lewat teknik KO yang spektakuler. Dalam rekor tak terkalahkannya, dia mencatat 22 kemenangan, bersama dengan 21 di antaranya lewat KO.Selama kariernya yang termasuk lebih berasal dari dua dekade, Tyson sukses meraih banyak gelar bergengsi, terhitung menjadi Juara Dunia Kelas Berat WBC, WBA, dan IBF. Dia terhitung memegang rekor sebagai petinju termuda yang sukses merebut gelar juara dunia kelas berat pada umur 20 tahun.

Menurut knowledge yang terdokumentasi di BoxRec.com, pria yang bernama asli Michael Gerald Tyson ini sudah mencatatkan sejumlah prestasi mengesankan sepanjang kariernya.Dia sukses memenangi 50 pertandingan berasal dari total 58 pertandingan yang ia lakoni, bersama dengan 44 kemenangan lewat knockout. Rekor selanjutnya menyatakan kehebatan dan kekuatan petinju ini di atas ring.

Tampil dalam dunia hiburan Selain menjadi petinju sukses, Mike Tyson terhitung miliki ketertarikan dalam dunia hiburan. Dia sudah tampil dalam beberapa film dan acara televisi populer, terhitung The Hangover dan Ip Man 3. Pada 2020, dia terhitung meluncurkan pertunjukan monolog bertajuk “Mike Tyson: Undisputed Truth”, yang beri tambahan wawasan mendalam tentang kehidupannya di luar ring.

Continue Reading

Sedang Tayang, Inilah Deretan Fakta Menarik The Good Bad Mother – Netflix!

 

The Good Bad Mother merupakan salah satu drama Korea Selatan yang penayangannya sudah lama dinantikan oleh banyak orang. Drama yang tayang di JTBC dan di Netflix di tanggal 26 April kemarin ini sudah berhasil mencetak rating 3,58%.

Drama yang diperankan oleh Lee Do Hyun ini mengisahkan tentang perjuangan dari seorang single mother, Young Soon yang berusaha untuk menghindari anaknya seorang diri. Sehari-hari ia bekerja menjadi peternak babi dan usahanya pun semakin tumbuh pesat. Agar anaknya bisa menjadi seorang hakim, Young Soon pun membesarkan anaknya dengan kasar dan tidak ingin nanti Kang Ho hidup sulit seperti dirinya.

Saat sudah menjadi jaksa yang terkenal, insiden tidak terduga menimpa joker123 online Kang Ho. Mobil yang ia naiki tertabrak truk dan menyebabkan dirinya kritis. Saat kembali siuman, dokter menyatakan bahwa Kang Ho mengalami lupa ingatan dan kembali ke usia 7 tahun. Meski berada di tubuh usia 35 tahun, tapi jiwanya kembali ke usia 7 tahun.

Drama yang akan tayang sebanyak 14 episode ini memiliki banyak fakta menarik di balik penayangannya. Kira-kira ada apa saja, ya? Berikut ini adalah beberapa fakta menarik dari The Good Bad Mother.

Fakta Menarik The Good Bad Mother

1. Kisah Unik

Kisah yang dibawakan dalam drama Korea ini tergolong unik dan segar. Bagaimana tidak, di sini kita bisa melihat perjuangan dari seorang ibu yang harus kembali merawat anak semata wayangnya yang kini kembali berusia 7 tahun. Sebelumnya Young Soon membesarkan anaknya dengan cara cukup ketat dan membuat Kang Ho tumbuh menjadi pribadi yang dingin. Setelah tragedi tersebut, Kang Ho harus kembali tinggal bersama dengan sang ibu dan memulai kehidupan dari awal.

2. Digarap Sutradara Ternama

Selain memiliki kisah yang menarik untuk diikuti, drama ini juga ternyata disutradarai oleh sosok yang tidak asing. Ia merupakan Sim Na Yeon, di mana sudah banyak drama korea populer yang sukses di tangannya. Beberapa drama Korea populer yang pernah disutradarai oleh Sim Na Yeon ada School of Hip Hop (2017), At Eighteen (2019), sampai ke Beyond Evil (2021).

Sedangkan naskahnya ditulis oleh Bae Se Young yang juga telah menuliskan berbagai naskah film ternama. Beberapa film tersebut adalah What a Man Wants (2018), Extreme Job (2019), Life is Beautiful (2022), hingga Stellar (2022).

3. Dihiasi Bintang Ternama

Drama korea ini berisikan banyak aktor dan aktris yang sudah tidak asing di telinga pencinta drakor. Di sini kita dapat melihat aktor dan aktris seperti Lee Do Hyun, Ra Mi Ran, Ahn Eun Jin, Yoo In Soo, Jung Woong In, Choi Moo Sung, dan banyak pemeran lainnya.

 

Nah, itulah beberapa deretan fakta menarik seputar drama korea The Good Bad Mother yang masih tayang saat ini.

Continue Reading

Jarang Dapat Sorotan, Inilah 7 Film Australia yang Wajib Kamu Tonton

 

Mungkin kamu sering menonton film-film dari Hollywood, tapi sampai saat ini masih jarang ada orang yang membahas perfilman Australia. Padahal di Negeri Kanguru tersebut kamu bisa menemukan banyak film menarik untuk disaksikan.

Mungkin ada banyak judul yang tidak kamu kenali, tapi meski sbobet online demikian film-film yang akan kami rekomendasikan ini kami harapkan bisa sesuai dengan selera kamu.

Film Australia

1. Wake In Fright (1971)

Pertama yang akan kami bahas adalah film Wake In Fright (1971), sebuah film yang mengangkat genre sadis tapi horor yang menyenangkan. Film ini sebelumnya sempat hilang, namun untungnya kembali ditemukan pada tahun 2009. Film ini berhasil menjadi salah satu film terbaik sepanjang masa yang pernah ada.

2. Pure Shit (1975)

Masih dari tahun 70-an, berikutnya ada Pure Shit yang jika dilihat dari judulnya mungkin terlihat sedikit kasar. Tapi sebenarnya itu merupakan salah satu trik marketing untuk membantu mempromosikan film ini. Dalam film dinilai oleh banyak orang sebagai film paling jahat yang pernah ada. Untungnya, reputasi dari film ini sangat bagus.

3. Razorback (1984)

Beralih ke tahun 80-an, film Razorback ini sempat tenggelam karena ibu bayi dingo, Lindy Chamberlain kehilangan banding terakhirnya terhadap keyakinannya karena membunuh putrinya Azaria (dia dibebaskan empat tahun kemudian). Ini mungkin agak terlalu mirip Jaws, tapi tidak dapat disangkal menakutkan dan babi animatronik lebih meyakinkan daripada hiu mekanik Spielberg. Anehnya untuk gorefest alis rendah seperti itu, itu dinominasikan untuk 12 penghargaan AACTA, dan memenangkan dua diantaranya.

4. Somersault (2004)

Mari beralih ke masa lebih modern, yakni di tahun 2004. Kala itu rilis film berjudul Somersault yang berkisah mengenai seorang gadis bermasalah yang melarikan diri dari Canberra menuju ke lapangan ski yang sunyi di sekitar Jindabyne dan bertemu dengan seorang putra yang merupakan petani dan tengah kacau karena seksualitasnya.

5. Last Ride (2009)

Hugo Weaving adalah penjahat zaman modern, melarikan diri melintasi pedalaman bersama putranya yang masih kecil dalam perjalanan yang dia tahu tidak akan berakhir dengan baik. Saat mereka menemukan tempat untuk berjongkok, mencuri mobil, menembak kelinci, dan menghindari penangkapan, anak laki-laki itu menemukan kekuatan batin untuk mengatasi kesulitan dan bergulat dengan apa yang telah dilakukan ayahnya.

6. The Loved Ones (2009)

Robin McLeavy dalam film ini berperan sebagai anak gila yang menuntut balas dendam kepada temannya yang menolak undangannya ke pesta porm. Ada nuansa sadis dari film Wolf Creek ini, di yakni ketika remaja yang ditangkap disiksa di sebuah ruang sempit yang merupakan penjara bawah tanah yang menakutkan.

7. Ten Canoes (2006)

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah Ten Canoes (2006), sebuah film yang terinspirasi oleh cerita Buaya Dundee bintang David Gulpilil memberi tahu co-sutradara Rolf de Heer tentang kehidupan di suku tradisional sebelum pria kulit putih muncul. Dibintangi oleh putra Gulpilil, Jamie, sebagai adik laki-laki dari seorang pejuang yang dibunuh oleh komunitas saingan sebagai hukuman setelah serangan yang dinilai buruk.

Kematian bergema di seluruh kamp saat istri janda mencari pendamping baru. Film ini memenangkan penghargaan yang tak terhitung jumlahnya, termasuk Hadiah Juri di Festival Film Cannes meskipun ada pertanyaan yang diajukan tentang sutradara kulit putih yang menceritakan kisah Pribumi. Tanggapan De Heer adalah bahwa para aktor itu sendiri yang menceritakan kembali sejarah mereka sendiri, bukan dia.

 

Itulah beberapa rekomendasi film asal Australia yang bisa kamu coba saksikan.

Continue Reading

5 Drama Korea yang Membahas Dunia Idol yang Menarik untuk Ditonton

 

Apakah kamu tertarik mengetahui bagaiaman struggle idol Korea Selatan dalam menjalani hari-harinya? Memang yang kita lihat di layar kaca mungkin mereka terlihat bahagia dan bergelimang harta. Tetapi bagaimana jika di belakang layar ternyata mereka tidak seperti apa yang kita lihat?

Mungkin tidak relate 100 persen untuk semua idol, namun ternyata agen sbobet ada beberapa drama Korea yang membahas mengenai dunia idol. Drama-drama ini sangat menarik untuk disaksikan apalagi jika kamu merupakan pencinta K-Pop idol.

Drama Korea Tentang Idol

1. Imitation

Pertama yang akan kami rekomendasikan adlaah Imitation, sebuah drama yang terinspirasi dari Webtoon dengan judul sama. Di dalam drama ini mengisahkan tentang kehidupan dari para idol yang ada di industri hiburan Korea Selatan. Bukan hanya dramanya saja yang membahas seputar idol, para pemeran yang ada di dalam drama ini pun berasal dari kalangan idol, mereka ada Jung JiSo, YunHo dari ATEEZ, SeongHwa dan banyak lainnya.

Fokus dari drama ini adalah Lee Ma Ha (Jung Ji So) yang merupakan anggota dari girlband Tea Party. Meski ia sudah berusaha sebaik mungkin, tapi Tea Party tidak meraih popularitas yang diinginkan. Cara kotor pun banyak dilakukan oleh agensinya untuk bisa membuat mereka berada di puncak kesuksesan.

2. Idol: The Coup

Idol: The Coup adalah drama yang membahas mengenai kisah realistis dan juga menyentuh dari grup yang tidak sukses dan harus memenangkan sesuatu jika mereka tidak ingin bubar. Drama ini terfokus kepada girl grup bernama Cotton Candy yang mulai kehilangan dukungan dari perusahaan tempat mereka bernaung. Tapi mereka berusaha untuk bisa menunjukkan kepada orang-orang kalau mereka mampu untuk berada di atas. Bahkan mereka tidak pantang menyerah di tengah cemoohan masyarakat yang menyebut mereka sebagai idola gagal.

3. Fly Again

Fly, Again adalah drama Korea yang dibintangi oleh Kim Myung Ji dan Hyungwon dari MonstaX. Web drama ini mengisahkan mengenai anak sekolah menengah atas yang lagi mengejar mimpinya untuk menjadi seorang idol. Cerita ini lebih terfokus kepada Han Yo Han yang memutuskan untuk menjadi idola serba bisa. Ia pun pindah ke Sekolah Menengah Seni Hanbit. Sayangnya ia malah mendapatkan kecelakaan yang membuat mimpinya menjadi hancur. Meski demikian, ia tetap mencari cara terbaik agar bisa mewujudkan mimpinya. Di sana, ia bertemu dengan anggota klub dansa dari Villains yang membukakan dunia baru bagi dirinya.

4. Let Me Be Your Knight

Let Me Be Your Knight merupakan film yang mengisahkan tentang leader dan produser dari idol grup Luna, Yoon Tae In yang dianggap banyak orang sebagai idola besar dunia. Tetapi ketenarannya ini seperti runtuh saat album terbaru yang digarap gagal.

Tae In yang memiliki situasi tidur sambil berjalan ternyata dimanfaatkan oleh Yoon Joo untuk berpura-pura jadi dokter sehingga bisa mewujudkan mimpinya agar bisa memberli rumah idaman. Meski demikian, Yoon Joo tetap membantu Tae In untuk bisa membuatnya sembuh.

5. So I Married The Anti-Fan

Terakhir yang kami rekomendasikan adalah drama berjudul So I Married the Anti-Fan. Ini merupakan drama yang dibintangi oleh Sooyoung SNSD dan Geun-Young Choi Tae-Joon. Di dalam drama ini dikisahkan mengenai Who-Joon yang merupakan bintang top, sedangkan Geun Young merupakan reporter dari sebuah majalah. Untuk bisa mendapatkan bahan berita, Geun Yong pun memutuskan untuk menghadiri upacara pembukaan klub. ID sana ia melihat perilaku kasar yang dilakukan oleh Who-Joon, di sana ia juga tidak sengaja memuntahi Who-Joon yang menyebabkan ia kehilangan pekerjaan. Ia pun menjadi benci dengan Who Joon dan berusaha membalas dendam.

 

Itulah beberapa drama Korea yang membahas mengenai idol dan menarik untuk kamu coba saksikan. Jadi kira-kira dari 5 drama Korea di atas, adakah yang sudah kamu tonton?

Continue Reading

7 film korea yang dilarang tayang di indonesia

Lembaga sensor Indonesia tidak meloloskan beberapa film Korea Slot777 Selatan untuk tayang di Indonesia. Di larangnya fim karya sineas Korea tersebut adalah karena ada cukup banyak konten dewasa yang terlalu vulgar.

Beberapa film ini juga berbeda dari drama Korea yang romantis serta manis dengan tema cinta remaja ataupun kisah si kaya dan di miskin. Karena film – film ini mengangkat isu yang sensitif dan tak jarang juga di anggap melanggar norma sosial mahjong ways.

Bahkan ada juga yang menayangkan beberapa aksi sadis yang membuat tak nyaman menontonnya. Lalu, apa saja film tersebut? yuk simak.

 

1.The Concubine

Film yang satu ini sebenarnya punya cerita yang cukup menarik mengenai hubungan cinta segitiga dan problematika hubungan asmara di era Joseon. Namun, filmn ini juga dilarang tayang karena mengandung adegan panas.

 

2.Moebius

Proyek arahan mendiang Kim Ki Duk ini sempat di larang tayang di negaranya sendiri, sebelum akhirnya di rilis di bioskop pada tahun 2013. Alasannya adalah karena ada adegan brutal dan seksualitas di dalamnya.

Kisahnya mengenai seorang anak lelaki yang alat kelaminnya di mutilasi oleh sang ibu. Hal ini membuat ayahnya rela mendonorkan organ intimnya untuk sang putra. Bukan Cuma di Indonesia, di Korea Selatan pun film ini di cekal karena adanya adegan sadis.

 

3.Love Lesson

Film yang rilis di tahun 2013 ini juga sempat di cekal untuk masuk ke bioskop Tanah Air karena punya konten yang terlalu vulgar. Kisahnya mengenai Hee Soo atau Sun Yeong Kim yang merupakan seorang komposer musik yang kesepian karena karirnya sedang dalam masalah.

Tetapi, di kepalanya di penuhi dengan banyak ide saat bertemu dengan siswa SMA yang ingin belajar piano darinya. Tetapi, hubungan mereka bukan Cuma sekedar guru dan murid karena pada akhirnya berujung di ranjang. Berbagai adegan panas inilah yang membuat Love Lesson tak lolos sensor dari Badan Perfilman Nasional.

 

4.Real

Proyek neo-noir arahan Lee Sa Rang ini bercerita mengenai sebuah kota fiksi di mana Jang Teo Yeong menjadi seorang bos mafia sekaligus pemilik kasino raksasa. Karena merasa diganggu oleh kepribadian lain darinya, ia pun meminta bantuan seorang psikiater, Choi Jin Ki.

Ia meminta sang dokter menyingkirkan kepribadian lain dalam dirinya. Tetapi ternyata ada konsekuensi tak terduga yang harus ia hadapi dari keinginan tersebut.

 

5.The Housemaid

The housemaid memang tak pewrnah tayang di bioskop Indonesia karena adegan vulgar di dalamnya. Tetapi, proyek arahan Im Sang Soo ini justru cukup populer di Tanah Air dan tak jarang di parodikan. Genre yang di usung adalah melodrama dan erotis.

Film yang di bintangi oleh Jeon Do Yeon ini berkisah mengenai seorang pengusaha yang memperkerjakan seorang asisten rumah tangga untuk merawat istrinya yang sedang hamil. Tetapi kemudian justru di majikan jatuh hati pada pelayannya tersebut. keduanya lalu terlibat hubungan terlarang di bekalang sang istri.

 

6.Lies

Film yang satu ini berkisah mengenai siswa SMA berusia 18 tahun yang jatuh cinta pada seorang pematung setelah berbicara dengannya lewat telepon. Suara sang pematung membuatnya terangsang sampai akhirnya mereka berhubungan di sebuah motel.

 

7.A Man and A Woman

Film ini memasangkan dua aktor senior sebagai pemeran utamanya, yaitu Gong Yoo dan Jeon Do Yeon. Namun, di luar nama besar mereka, film ini di cekal di beberapa negara, termasuk Indonesia. Alasannya karena film ini di bumbui dengan adegan yang sangat vulgar.

Namun, sang sutradara Lee Yoon Ki berusaha melobi dan mengklarifikasi keberadaan adegan itu sampai akhirnya film ini bisa tayan di 2016. Kidsahnya di mulai dengan Sang Min yang merupakan seorang ibu di Finlandia yang anaknya berkebutuhan khusus. Suatu hari, ia mengantarkan anaknya untuk mengikuti kamp yang membawanya bertemu Ki Hong. Dari sana mereka jatuh cinta dan berselingkuh.

 

Itulah beberapa film Korea yang di larang tayang di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Continue Reading