Philadelphia Jadi Kota ‘Zombie’, Apa Penyebabnya?

Philadelphia adalah tidak benar satu wilayah terbesar di Pennsylvania, Amerika Serikat yang punyai julukan slot bonanza sebagai kota ‘Zombie’. Julukan ini disematkan bukan karena terdapatnya wabah zombie seperti yang tersedia dalam film-film, melainkan disebabkan karena masalah yang dihadapi oleh kota ini dalam lebih dari satu tahun terakhir. Salah satu wilayah di Philadelphia, Kensington Avenue sering menjadi sorotan dunia karena punyai kondisi yang mengerikan.

Di sarana sosial misalnya, banyak beredar video yang merekam tingkah aneh penduduk Kensington seperti seorang zombie. Julukan kota ‘Zombie’ yang disematkan untuk Philadelphia pasti mengundang pertanyaan bagi lebih dari satu orang. Mengingat, Philadelphia pernah menjadi ibu kota Amerika Serikat sebelum pada akhirnya dipindahkan ke Washington DC. Lantas, apa penyebab Philadelphia disebut sebagai kota zombie? Berikut adalah penjelasanya.

Narkoba dan Kriminalitas

Salah satu alasan utama dibalik julukan “Kota Zombie” adalah epidemi narkoba yang melanda Philadelphia. Kota ini sudah lama berjuang melawan masalah penyalahgunaan zat, lebih-lebih xylazine, fentanil dan heroin. Permasalahan narkoba makin lama besar karena di Philadelphia fentanil dan heroin dijual di jalanan bersama dengan harga rendah. Bahkan di tahun 2020, diperkirakan tersedia 1.200 masalah overdosis obat fatal yang tidak disengaja di Philadelphia.

Selain heroin dan fentanil, xylazine juga menjadi narkoba yang banyak dipakai. Xylazine merupakan obat penenang hewan yang dikenal sebagai obat zombie atau tranq. Narkoba ini dapat mengakibatkan penggunanya mengalami kesurupan atau mengakibatkan mereka tidak sadarkan diri untuk jangka selagi yang lama lama. Mengutip Fox News, tidak benar satu wilayah di Philadelphia yang punyai pasar narkoba terbuka adalah Kensington. Di wilayah itu, para penggunanya terang-terangan menyuntik diri mereka di jalanan terbuka.

Pengguna narkoba kebanyakan ditandai bersama dengan luka daging yang keropeng atau mengeluarkan cairan akibat xylazine. Beberapa pengguna juga keluar berkeliaran dalam kondisi pingsan di trotoar. Oleh karena itu, Kensington mendapat kecaman internasional karena mengkonsumsi obat-obatan masyarakatnya yang berlebihan. Selain itu, tingginya tingkat penyalahgunaan narkoba sudah mengakibatkan gelombang overdosis yang mengancam nyawa penduduk kota, merenggut ribuan nyawa tiap tiap tahunnya.

Gambaran orang-orang yang terjerumus dalam ketergantungan narkoba di wilayah Philadelphia itu keluar seperti “zombie”. Hingga pada akhirnya kota berikut dikelilingi kota zombie karena pengaruh tidak baik narkoba serta pengaruh tidak baik berasal dari krisis narkoba di Philadelphia.

Masalah Kesejahteraan Sosial

Selain masalah narkoba, Philadelphia juga punyai masalah benar-benar perihal kesejahteraan sosial. Menurut laporan Project Home, tiap tiap tahunnya, organisasi penjangkauan tunawisma di Philadelphia mencatat tersedia lebih berasal dari 6.000 orang yang tinggal di jalanan, di dalam mobil, gedung-gedung terbengkalai, stasiun kereta api/bus, dan tempat-tempat lain yang tidak bertujuan untuk area tinggal manusia. Bahkan, sepanjang tahun ajaran 2019 – 2020, 3.800 anak dan remaja di Philadelphia mengalami tunawisma. Namun, Departemen Pendidikan Philadelphia menduga memang jumlah siswa yang mengalami tunawisma lebih tinggi

Banyak wilayah di kota ini menghadapi tantangan dalam hal ketidaksetaraan ekonomi dan kemiskinan. Philadelphia punyai tingkat kemiskinan 21,7 % dan menjadi tidak benar satu kemiskinan yang tertinggi di Amerika. Dari total 21,7 persen, sebanyak 11,7 % penduduk Philadelphia hidup dalam kemiskinan parah pada tahun 2021, bersama dengan pendapatan di bawah 50 % berasal dari batas kemiskinan federal.

Tingginya tingkat pengangguran dan ketidakstabilan ekonomi di pada penduduk kota juga sudah mengakibatkan ketegangan sosial dan meningkatnya kejahatan jalanan. Di Philadelphia, seseorang perlu bekerja 86 jam per minggu bersama dengan upah minimum per jam sebesar $7,25 untuk dapat menyewa apartemen simple bersama dengan satu kamar tidur.

Masalah perumahan juga menjadi aspek mengapa Philadelphia disebut “Kota Zombie”. Banyak warga kota yang tinggal di lingkungan yang tidak layak, tanpa akses yang cukup pada perumahan yang terjangkau. Tingkat perumahan yang tidak stabil dan kurangnya sarana perumahan yang cukup sudah mengakibatkan kondisi yang tidak manusiawi bagi lebih dari satu besar penduduk kota. Hampir setengah (48,9 persen) penduduk Philadelphia perlu menyisihkan lebih berasal dari 30 % pendapatan mereka hanya untuk sewa. Hanya tersedia 38 unit tempat tinggal terjangkau untuk tiap tiap 100 tempat tinggal tangga berpendapatan amat rendah.

You may also like